INKLUSI LOGO Full Color Stacked - English

Mitra Pelaksana

Migrant CARE

About Migrant CARE

Migrant CARE is a civil society organisation dedicated to advocating for, supporting, and empowering migrant workers and their families. Its activities include counselling, consultation, advocacy, research, and education to promote the fulfilment of migrant workers’ rights and protection.

Through INKLUSI, Migrant CARE works to support Indonesian women migrant workers, their families, and other marginalised groups in securing their rights, including access to decent work and sustainable livelihoods.

Mitra dan Wilayah Kerja

Kegiatan

Pengorganisasian dan penguatan kapasitas komunitas

Pendampingan intensif, pelatihan, dan pelibatan aktif komunitas dalam forum desa hingga nasional, termasuk Musrenbang dan advokasi kebijakan bagi pekerja migran.

Penguatan dan pemberdayaan ekonomi

Pembentukan koperasi, pelatihan keuangan, peningkatan kualitas produk, dan pemasaran digital. Migrant CARE bermitra dengan sektor swasta untuk memperluas akses pasar daring.

Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi)

Model layanan berbasis desa yang mendampingi pekerja migran dari pra hingga pasca-migrasi — mencakup informasi migrasi aman, penanganan kasus dan sistem rujukan, pendataan, pengurusan dokumen, edukasi pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan (CVE), pelatihan keterampilan pasca migrasi, dan pengembangan sumber pendapatan alternatif.

Fokus Program

Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) sebagai pusat layanan migrasi aman di tingkat desa
Peningkatan ekonomi produktif
Perluasan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan
Peningkatan akses layanan kesehatan
Partisipasi politik dan perencanaan pembangunan

Strategi Program

Peningkatan kapasitas organisasi masyarakat sipil (Migrant CARE dan mitra di wilayah)
Pemberdayaan komunitas pekerja migran dan keluarganya untuk memperluas akses ekonomi, partisipasi politik, dan layanan migrasi aman.
Advokasi tata kelola migrasi dan kebijakan yang menjamin keadilan, perlindungan sosial, serta jaminan kerja dan kesehatan bagi pekerja migran, keluarganya, dan kelompok marginal lainnya.

Hasil yang Diharapkan

Komunitas pekerja migran dan kelompok marginal lainnya memperoleh layanan migrasi aman, inklusif, dan berkeadilan gender, serta perlindungan sosial dan perlindungan dari kekerasan.
Pekerja migran dan purna migran meningkatkan pendapatan melalui kegiatan ekonomi produktif.
Kebijakan dan regulasi mendukung perlindungan pekerja migran dan keluarganya

Capaian (s.d. Desember 2025)

72

Pusat Layanan Terpadu (PPT) terbentuk di desa dampingan

>3,260

Orang marginal telah mengakses layanan dari kelompok berbasis masyarakat

>1,030

Orang marginal telah mengakses layanan pemerintah dan layanan eksternal lainnya.

>190

Orang marginal mengikuti pelatihan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik.

>1,260

Orang marginal telah terlibat dalam forum atau proses pengambilan keputusan publik

7

Koperasi purna migran terbentuk dan beroperasi

>780

Orang marginal menjadi anggota koperasi purna migran.

Partisipasi inklusif perempuan purna migran dalam perencanaan pembangunan

  • Kelompok Ikamita Desa (Kebumen) berhasil memasukkan isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan migrasi aman dalam Musrenbang 2025.
  • Advokasi isu pekerja migran masuk RPJMN dan revisi perda perlindungan PMI.

Penguatan Koperasi Kelompok Desbumi

7 koperasi PMI di 7 kabupaten aktif dan semakin kuat, mulai berkolaborasi dengan pemerintah desa dan kabupaten.

Layanan migrasi aman yang dikelola masyarakat dan pemerintah desa

74 PPT menyediakan layanan inklusif bersama pemerintah desa untuk mendorong tata kelola migrasi yang aman dan memperluas jangkauan jaminan sosial.