Riset ini diterbitkan oleh KEMITRAAN dengan dukungan INKLUSI untuk melihat dampak perubahan iklim terhadap masyarakat adat, khususnya perempuan adat, di Mentawai, Talang Mamak, Bara dan Cindakko, Baduy, dan Kasepuhan. Penelitian ini menyoroti bagaimana krisis iklim berkelindan dengan ketimpangan sosial, ketidakadilan gender, eksploitasi sumber daya alam, dan lemahnya pengakuan hak masyarakat adat, sekaligus menunjukkan peran penting perempuan adat dalam membangun ketahanan komunitas melalui pengetahuan lokal dan praktik hidup berkelanjutan.
Informasi dalam publikasi ini merupakan tanggung jawab tim penyusun dan tidak mencerminkan pandangan Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Australia.