INKLUSI LOGO Full Color Stacked - English

Kemnaker dan INKLUSI Uji Coba Modul Ketenagakerjaan Lansia di Tasikmalaya

Tasikmalaya 16 Sept 2026 – Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus, bekerja sama dengan Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI), menguji coba Modul Penempatan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Lanjut Usia Potensial (TKLUP) di Kota Tasikmalaya. Uji coba melalui diskusi kelompok terpumpun ini melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, serta kelompok lansia.

Modul TKLUP dikembangkan sebagai acuan bagi penyedia layanan ketenagakerjaan dalam membantu lansia mengakses peluang kerja dan usaha yang sesuai dengan pengalaman, keterampilan, kemampuan, serta kebutuhan mereka. Uji coba dilakukan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak agar isi modul dapat diterapkan dan menjawab kondisi di lapangan.

Pengembangan modul ini menjadi semakin penting menjelang perubahan struktur penduduk Indonesia. Pada 2035, lebih dari 15 persen penduduk Indonesia diproyeksikan berusia lanjut. Banyak di antara mereka masih ingin bekerja atau berwirausaha, tetapi menghadapi keterbatasan akses terhadap peluang kerja, kesenjangan keterampilan digital, serta stigma berdasarkan usia.

Ibu Sri Rahayu bersama Bapak Deni Diyana, berfoto menghadap kamera dengan ekspresi tersenyum sambil memegang Modul Tenagakerja Lanjut Usia (Lansia) Potensial.
Koordinator Bidang Tenaga Kerja Lanjut Usia Kementerian Ketenagakerjaan, Rahayu Sri Palupi, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Deni Diyana.

Koordinator Bidang Tenaga Kerja Lanjut Usia Kementerian Ketenagakerjaan, Rahayu Sri Palupi, mengapresiasi dukungan berbagai pihak sejak penyusunan hingga uji coba modul.

“Kami berharap pengalaman dan keahlian yang dibagikan dalam kegiatan ini dapat memperkaya wawasan dan menjadi bekal dalam implementasi modul. Mari jadikan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk membuka kesempatan bagi tenaga kerja lanjut usia agar tetap produktif sesuai kompetensi dan potensinya, tanpa memandang usia,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, berharap hasil uji coba dapat menjadi bahan kajian dan ditindaklanjuti untuk memperluas kesempatan kerja bagi berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat kapasitas dan pemberdayaan tenaga kerja lanjut usia.

Di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, INKLUSI bersama ‘Aisyiyah mendorong ketenagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif, termasuk bagi lansia dan penyandang disabilitas. Dukungan diberikan melalui pelatihan keterampilan, persiapan memasuki dunia kerja, pendampingan usaha, serta perluasan akses terhadap peluang kerja dan usaha.

Tiga anggota komunitas lansia duduk bersama di sebuah meja dalam kegiatan uji coba modul tenaga kerja lansia. Mereka mengenakan pakaian dan kerudung dengan warna serta motif yang berbeda dan tampak berbincang satu sama lain. Di atas meja terdapat kartu nama peserta, botol air minum, gelas, piring makanan, dan perlengkapan kegiatan. Beberapa peserta lain terlihat mengikuti kegiatan di latar belakang ruangan.
Komunitas lansia mengikuti uji coba modul tenaga kerja lansia.

Melalui program Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah (BUEKA), kelompok lansia mengembangkan beragam usaha sesuai dengan potensi daerah. Kegiatannya mencakup produksi rengginang dan hidroponik di Desa Tanjungpura; peternakan di Cineam, Sariwangi, dan Cigalontang; serta produksi topi rajut bersama CV Karina untuk pasar ekspor Jepang.

Di Kawalu, Kota Tasikmalaya, ‘Aisyiyah juga mengembangkan Kampung Ramah Lansia bersama Dinas Pertanian dan Perikanan. Melalui budidaya ikan dan sayuran, para lansia dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.

Koordinator Program INKLUSI–‘Aisyiyah Kota Tasikmalaya, Suniawati Kartini, mengatakan lansia masih kerap dipandang tidak mampu berkontribusi. Pengalaman pendampingan menunjukkan hal yang berbeda.

Seorang fasilitator perempuan mengenakan kerudung abu-abu mendampingi dua anggota komunitas lansia dalam kegiatan uji coba modul tenaga kerja lansia. Ketiganya duduk bersama di meja dan melihat perangkat telepon pintar yang digunakan dalam kegiatan. Di atas meja terdapat dokumen, telepon pintar, piring makanan, gelas, dan botol air minum, sementara peserta lain terlihat mengikuti kegiatan di latar belakang.
Komunitas lansia mengikuti kegiatan uji coba modul tenaga kerja lansia.

“Lansia sering dipersepsikan tidak berguna lagi. Padahal, usia hanya angka. Semangat mereka masih sangat bisa bermanfaat,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Tasikmalaya, Rosmini, turut menekankan pentingnya menyediakan ruang dan pendampingan yang tepat. “Tidak ada kesulitan berarti. Lansia sudah punya pengalaman dasar, hanya butuh wadah pendampingan,” katanya.

Selain diskusi, rangkaian uji coba mencakup kunjungan ke UMKM dan perusahaan yang melibatkan tenaga kerja lanjut usia. Kunjungan tersebut digunakan untuk mempelajari pengalaman para pekerja dan pelaku usaha, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan, peluang, serta tantangan dalam penempatan dan pemberdayaan lansia.

laki-laki lansia mengenakan peci hitam, kacamata, dan kemeja hitam duduk di meja sambil menggunakan tablet dalam kegiatan uji coba modul tenaga kerja lansia. Ia menyentuh layar tablet yang diletakkan di atas meja, sementara seorang perempuan mengenakan kerudung abu-abu duduk di sampingnya. Di atas meja terlihat gelas, mangkuk, serta dokumen yang digunakan selama kegiatan.
Komunitas lansia mengikuti kegiatan uji coba modul tenaga kerja lansia.

Masukan dari diskusi dan kunjungan lapangan akan menjadi bahan penyempurnaan Modul TKLUP. Modul ini diharapkan dapat mendukung lahirnya layanan ketenagakerjaan yang lebih inklusif, adaptif terhadap kebutuhan daerah, dan menghargai pengalaman serta potensi tenaga kerja lanjut usia.

Uji coba ini juga menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan kelompok lansia. Dengan dukungan serta kesempatan yang tepat, usia tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus berkarya dan memperoleh penghasilan.

 

Icon Inklusi