INKLUSI LOGO Full Color Stacked - English

Hari Pekerja Migran Sedunia 2025: Migrant CARE Dorong Perlindungan dan Partisipasi Pekerja Migran

Banyuwangi, 15-17 Desember 2025: Migrant CARE menyelenggarakan rangkaian kegiatan Migrant Day di Kabupaten Banyuwangi, yang diikuti sekitar 300 peserta dari komunitas pekerja migran, organisasi masyarakat sipil, serikat buruh, perguruan tinggi, serta perwakilan pemerintah daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pekerja Migran Sedunia 2025.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Pekerja Migran, yang merupakan upaya penguatan perlindungan hak-hak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kegiatan lain adalah diskusi publik, dialog kebijakan, pameran produk ekonomi purna pekerja migran, serta ekspresi seni dan budaya yang membahas berbagai isu strategis terkait perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran.

Peserta Migrant Day yang diikut oleh sekitar 300 peserta dari komunitas pekerja migran, organisasi masyarakat sipil, serikat buruh, perguruan tinggi, serta perwakilan pemerintah daerah.
Peserta Migrant Day yang diikut oleh sekitar 300 peserta dari komunitas pekerja migran, organisasi masyarakat sipil, serikat buruh, perguruan tinggi, serta perwakilan pemerintah daerah.

Migrant CARE Dorong Partisipasi Inklusif Pekerja Migran

Direktur Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo mengatakan, Musrenbang Tematik lahir dari inisiatif akar rumput pekerja migran dan pendamping komunitas, untuk memastikan adanya partisipasi bermakna pekerja migran dalam perencanaan pembangunan

“Musrenbang ini untuk memastikan pekerja migran dapat mendorong, menyusun, dan mengusulkan kebijakan yang berpihak pada pekerja migran. Inisiatif ini telah dilakukan sejak 2022 dan diakui oleh pemerintah pusat, bahkan direplikasi di sejumlah daerah,” jelasnya.

Koordinator Migrant CARE Banyuwangi, Uut Rohmatin, menambahkan bahwa Musrenbang Tematik juga bertujuan untuk menjaring aspirasi dan kebutuhan pekerja migran di tingkat wilayah yang selanjutnya diteruskan sebagai bahan rekomendasi ke tingkat pusat.

“Besar harapan kami, melalui peringatan Hari Pekerja Migran Sedunia ini, upaya pemenuhan hak-hak pekerja migran dapat semakin inklusif,” ujarnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Dwiyanto,  mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik berbagai usulan dan rekomendasi yang dihasilkan dari forum tersebut.

“Kami berharap rekomendasi dari Musrenbang Tematik ini dapat memperkuat perencanaan pembangunan daerah, sekaligus mendorong peningkatan layanan serta mitigasi risiko bagi pekerja migran”, ungkapnya.

Kegiatan diskusi Musrenbang Pekerja Migran untuk memperkuat layanan migrasi aman
Kegiatan diskusi Musrenbang Pekerja Migran untuk memperkuat layanan migrasi aman

Rekomendasi yang dihasilkan dari Musrenbang Tematik Pekerja Migran tersebut termasuk:

  • Penguatan perlindungan PMI sejak pra-keberangkatan, selama bekerja, hingga purna migrasi;
  • Peningkatan layanan perlindungan dan mekanisme pengaduan pekerja migran di tingkat daerah;
  • Pencegahan migrasi non-prosedural serta mitigasi risiko eksploitasi dan perdagangan orang;
  • Integrasi isu pekerja migran dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah;
  • Pemberdayaan ekonomi purna pekerja migran dan keluarganya;
  • Penguatan partisipasi bermakna pekerja migran dalam proses perumusan kebijakan.

Peringatan Hari Pekerja Migran Sedunia 2025 juga melibatkan orang muda serta pendekatan seni dan budaya sebagai medium advokasi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Malam Solidaritas dan pementasan ludruk sebagai simbol penguatan solidaritas dan perjuangan bersama untuk perlindungan pekerja migran.

Icon Inklusi