INKLUSI LOGO Full Color Stacked - English

Mitra INKLUSI Bawa Suara Perempuan Akar Rumput ke Women Deliver 2026

Para mitra INKLUSI di acara Women Deliver 2026.

Naarm, 27–30 April 2026 — Pengalaman perempuan perdesaan, perempuan petani, perempuan muda, dan komunitas akar rumput Indonesia turut hadir dalam percakapan global mengenai kesetaraan gender pada Women Deliver 2026 di Naarm (Melbourne), Australia.

Tiga perwakilan mitra Program INKLUSI mengikuti konferensi tersebut, yaitu Dina Lumbantobing dari Konsorsium PERMAMPU, Ufi Ulfiah dari Lakpesdam PBNU, dan Indri Sri Sembadra dari Institut KAPAL Perempuan. Mereka berbagi pembelajaran dari kerja pemberdayaan perempuan di Indonesia sekaligus membangun jejaring dengan gerakan perempuan dari berbagai negara.

Women Deliver merupakan salah satu konferensi global terbesar yang membahas kesetaraan gender, hak perempuan dan anak perempuan, serta kesehatan dan hak seksual dan reproduksi. Mengusung tema Change Calls Us Here: to Gather, to Strategise and to Shift Power, konferensi tahun ini diikuti 6.123 peserta dari 189 negara.

Lebih dari 110 sesi membahas berbagai isu, antara lain keadilan iklim, kekerasan berbasis gender, kesehatan dan hak seksual dan reproduksi, ekonomi perawatan, pendanaan gerakan perempuan, data inklusif, serta kecerdasan buatan dari perspektif gender dan feminisme. Konferensi juga menyoroti menguatnya gerakan anti-hak dan sentimen anti-gender, serta pentingnya kepemimpinan komunitas dan generasi muda.

Mitra INKLUSI Bawa Suara Perempuan Akar Rumput ke Women Deliver 2026 - INKLUSI
Peserta menyimak paparan dalam salah satu sesi paralel Women Deliver.

Mitra INKLUSI Dapatkan Validasi Kerja Akar Rumput

Bagi Dina Lumbantobing, Women Deliver  memperkuat keyakinannya bahwa pendekatan yang berangkat dari kebutuhan strategis perempuan perdesaan dan perempuan petani tetap relevan dalam percakapan global. Pengalaman mereka berkaitan dengan struktur ekonomi, kebijakan, dan ketimpangan gender yang juga dihadapi perempuan di berbagai belahan dunia.

“Konferensi ini memvalidasi kerja-kerja PERMAMPU dan membuat saya semakin percaya diri untuk membagikan pendekatan pemberdayaan yang kami lakukan. Pengalaman kelompok yang kami dampingi berkaitan erat dengan percakapan global mengenai ekonomi perawatan, ketahanan pangan, dan keadilan gender,” ujar Dina.

Diskusi mengenai ekonomi perawatan, misalnya, memperlihatkan hubungan yang semakin jelas antara kerja PERMAMPU dan beban perawatan tidak berbayar yang masih banyak ditanggung perempuan. Beban tersebut memengaruhi kesehatan, penghasilan, ketersediaan waktu, dan kesempatan perempuan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

Ufi Ulfiah dari Lakpesdam PBNU memanfaatkan konferensi tersebut untuk membangun jejaring dengan organisasi yang bergerak dalam isu kepemimpinan perempuan, teknologi, dan kaum muda.

Ufi berencana mengembangkan platform pembelajaran di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mendukung perempuan mengambil peran dalam kepemimpinan masa depan. Women Deliver memberinya kesempatan untuk mendiskusikan gagasan tersebut, mempelajari pengalaman organisasi lain, dan menemukan calon mitra kolaborasi.

“Perbedaan konteks sosial, budaya, dan keagamaan bukan penghalang untuk bekerja bersama. Sebaliknya, keragaman pengalaman dapat memperkaya strategi untuk memperluas ruang kepemimpinan perempuan,” ujar Ufi.

Mitra INKLUSI Bawa Suara Perempuan Akar Rumput ke Women Deliver 2026 - INKLUSI
Ufi Ufiah berfoto bersama peserta lain dari berbagai negara pada Women Deliver.

Sementara itu, Indri Sri Sembadra dari Institut KAPAL Perempuan melihat adanya perubahan penting dalam cara gerakan perempuan global membangun program dan mengambil keputusan.

“Women Deliver membuka kesadaran saya bahwa gerakan perempuan global kini semakin menekankan perubahan cara kerja, dari pendekatan top-down menuju kepemimpinan yang dipimpin oleh komunitas dan perempuan akar rumput,” ujar Indri.

Ia juga melihat semakin eratnya keterkaitan isu perempuan dengan perubahan iklim, teknologi digital, konflik, kesehatan reproduksi, dan ekonomi perawatan. Pembelajaran tersebut memperkuat komitmen KAPAL Perempuan untuk terus mendorong keterlibatan perempuan muda dan perempuan akar rumput dalam pengambilan keputusan.

Berbagai diskusi di Women Deliver menegaskan bahwa perempuan, masyarakat adat, kaum muda, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal tidak cukup hanya diundang untuk berpartisipasi. Pengetahuan dan pengalaman mereka perlu menjadi dasar dalam menentukan agenda, menyusun program, dan mengambil keputusan.

Mitra INKLUSI Bawa Suara Perempuan Akar Rumput ke Women Deliver 2026 - INKLUSI
Suasana diskusi dalam salah satu sesi paralel Women Deliver.

Partisipasi para mitra merupakan bagian dari dukungan Program INKLUSI untuk memperkuat kapasitas, jejaring, dan ruang partisipasi organisasi masyarakat sipil Indonesia di tingkat global. Pembelajaran dan jejaring yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan menjadi strategi dan kolaborasi yang semakin relevan bagi komunitas yang mereka dampingi.

“Women Deliver 2026 mempertemukan ribuan pegiat kesetaraan gender untuk berbagi pencapaian dan tantangan dalam perjuangan global menuju kesetaraan. Konferensi ini menegaskan pentingnya pendekatan yang dipimpin secara lokal, penguatan jejaring dari tingkat lokal hingga global, serta kepemimpinan generasi muda,” kata Team Leader INKLUSI, Kate Shanahan.

“Bagi INKLUSI, kehadiran mitra juga penting untuk memastikan pengalaman dan kepemimpinan perempuan akar rumput Indonesia menjadi bagian dari percakapan global tersebut,” tambahnya.

Icon Inklusi