INKLUSI LOGO Full Color Stacked - English

Mitra Pelaksana

‘Aisyiyah

Aisyah Logo

Tentang ‘Aisyiyah

‘Aisyiyah adalah organisasi masyarakat sipil berbasis Islam di bawah Muhammadiyah, berfokus pada pemberdayaan perempuan marginal. Didirikan 19 Mei 1917, kini beroperasi di lebih dari 35 provinsi.

Melalui INKLUSI, ‘Aisyiyah memperkuat kepemimpinan perempuan untuk meningkatkan akses kesehatan dan ekonomi — mencakup pencegahan stunting, kesehatan seksual & reproduksi, pencegahan perkawinan anak, dan pemberdayaan ekonomi — dengan pendekatan GEDSI.

Mitra dan Wilayah Kerja

Aktivitas

Balai Sakinah 'Aisyiyah (BSA)

Edukasi, konsultasi, pengaduan, dan pendampingan terkait HKSR, stunting, pencegahan perkawinan anak, kepemimpinan, dan ekonomi.

Gerakan Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah (BUEKA)

Penguatan kapasitas ekonomi perempuan miskin dan disabilitas melalui pelatihan, usaha kelompok, dan pengembangan UMKM.

Akses Pendidikan dan Ekonomi bagi Kelompok Difabel

Sekolah Luar Biasa (SLB) setingkat SMA, Program Kesiapan Kerja, dan kewirausahaan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Griya Lansia

Layanan kesehatan, psikologi, dan ekonomi bagi lansia melalui BSA Lansia, BUEKA Lansia, dan Day Care.

Rumah Gizi ‘Aisyiyah

Edukasi gizi, pelibatan komunitas dan suami/ayah untuk mendukung penurunan stunting dan ketahanan pangan.

Layanan dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja (Like-R)

Edukasi HKSR dan pencegahan stunting bagi remaja rentan, termasuk disabilitas dan daerah terpencil.

Penanganan kasus kekerasan

Pos Bantuan Hukum (Posbakum) menyediakan layanan hukum gratis — pencegahan, penanganan, dan pendampingan kasus kekerasan seksual & perkawinan anak.

Kesiapan Kerja dan Kewirausahaan bagi Difabel

12 SLB dikembangkan di Tasikmalaya, Garut, Ponorogo, Sidoarjo, dan Lahat Sekolah Lansia Berdaya di 20 desa, 400+ peserta

Fokus Program

Penurunan stunting
Pemenuhan HKSR
Pemberdayaan ekonomi
Pencegahan perkawinan anak
Penguatan kepemimpinan perempuan

Strategi Program

Penguatan kelembagaan
Penguatan kepemimpinan perempuan
Penguatan kelompok dan pemberdayaan di komunitas
Penguatan jaringan dan advokasi kebijakan
Pengelolaan pengetahuan perempuan

Hasil yang diharapkan

Kelompok marginal aktif dalam penurunan stunting, pencegahan perkawinan anak, dan pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR).
Anggota Kelompok Pemberdayaan Ekonomi merasakan manfaat.
Layanan pemerintah responsif terhadap kebutuhan komunitas (stunting, perkawinan anak, HKSR)
Kebijakan dan anggaran mendukung isu-isu perempuan dengan perspektif GEDSI

Capaian (s/d. Desember 2025)

136

BSA dibentuk dan melayani masyarakat marginal.

> 27,900

orang dari kelompok marginal mengakses layanan BSA

> 28,800

orang marginal memanfaatkan layanan pemerintah dan layanan eksternal lainnya.

> 4,200

orang marginal mengikuti pelatihan partisipasi dalam pengambilan keputusan publik.

> 3,000

orang marginal berpartisifasi dalam forum pengambilan keputusan publik.

130

kelompok ekonomi berbasis masyarakat dibentuk.

> 2,500

orang marginal menjadi anggota kelompok ekonomi berbasis masyarakat.

Advokasi kebijakan

  • Terlibat dalam penyusunan Permen Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan
  • RAD Pencegahan Perkawinan Anak disusun di Muna Barat dan Probolinggo
  • Peraturan Desa pencegahan perkawinan anak terbit di 7 kabupaten/kota
  • Kebijakan daerah terkait pendidikan inklusif, gizi, stunting, dan ketenagakerjaan didorong

Penanganan kasus kekerasan

  • Mekanisme rujukan kasus kekerasan bagi disabilitas dikembangkan
  • 27 Posbakum beroperasi (7 terakreditasi Kemenkumham)
  • Panduan Praktik STRANAS PPA disusun bersama mitra INKLUSI

Partisipasi inklusif dalam pembangunan

  • Pembentukan koperasi dan akses pendanaan bagi perempuan, disabilitas, dan kelompok marginal
  • Pelatihan keterampilan dan kewirausahaan
  • Kemitraan dengan swasta dan universitas untuk magang dan kerja

Akses Pendidikan dan Ekonomi bagi Kelompok Difabel

  • 12 SLB dikembangkan di Tasikmalaya, Garut, Ponorogo, Sidoarjo, dan Lahat
  • Sekolah Lansia Berdaya di 20 desa, 400+ peserta

Akses ekonomi dan ketenagakerjaan

  • Pembentukan koperasi dan akses pendanaan bagi perempuan, disabilitas, dan kelompok marginal
  • Pelatihan keterampilan dan kewirausahaan
  • Kemitraan dengan swasta dan universitas untuk magang dan kerja

Kelompok berbasis komunitas

  • BSA Lansia dan BSA Disabilitas terbentuk di wilayah dampingan
  • Kelompok ekonomi komunitas: BUEKA, Kelompok Tani, Nelayan, dan koperasi
  • Kelompok Tani menerima bantuan green house, bibit, ternak, dan modal usaha

Akses layanan dasar

  • Perlindungan sosial, administrasi kependudukan, kesehatan, pencegahan stunting & perkawinan anak, penanganan kekerasan
  • Bantuan kursi roda, biaya kesehatan dan renovasi rumah layak huni