Kesaksian dari perempuan adat dari Desa Mau Ramba, Kabupaten Sumba Timur, tentang pengalaman mereka berpartisipasi dalam Forum Perempuan dan Musyawarah Dusun (Musdus). Kegiatan ini didukung oleh Bumi Lestari, Mitra lokal Kemitraan. Kesaksian-kesaksian ini dikumpulkan pada tanggal 5 Desember 2023 selama kunjungan pemantauan Sekretariat INKLUSI.
Publikasi
Filter
Pencarian
Kategori Publikasi
Urutkan berdasar:
Infografis
Kesaksian dari perempuan marjinal di Desa Jruek Bale, Kabupaten Aceh Besar, tentang manfaat ekonomi yang mereka peroleh dari keikutsertaan mereka dalam pelatihan Akademi Paradigta PEKKA. Kesaksian ini dikumpulkan pada tanggal 4 November 2023 selama kunjungan pemantauan Sekretariat INKLUSI.
Dokumen
Yayasan BaKTI bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar mengembangkan Panduan Jurnalis Berperspektif Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial.
Sebagai lembaga yang berfokus pada pertukaran pengetahuan, Yayasan BaKTI berharap panduan ini dapat menjadi salah satu referensi yang digunakan rekan-rekan jurnalis dalam setiap penulisan dan pemberitaan guna mencegah dan mengurangi stigma dan stereotip terhadap perempuan, anak, disabilitas, kelompok marginal, dan rentan sekaligus berkontribusi pada jurnalisme positif yang dapat membantu mengadvokasikan hak-hak kelompok tersebut
Dokumen
Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat yang Inklusif, atau INKLUSI, berusaha untuk meningkatkan partisipasi kelompok-kelompok yang terpinggirkan dalam pembangunan sosial-budaya, ekonomi, dan politik di Indonesia, serta manfaat yang mereka peroleh dari pembangunan tersebut.
INKLUSI bekerja sama dengan pemerintah dan mitra-mitra masyarakat sipil untuk mendorong upaya memajukan kesetaraan gender, hak-hak penyandang disabilitas, dan inklusi sosial. INKLUSI mendukung agenda pemerintah Indonesia dalam mencapai masyarakat yang inklusif dengan mendukung rencana pembangunan nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
INKLUSI merupakan program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berlangsung selama 8 tahun (2021 – 2029) dengan anggaran hingga AUD 120 juta. Program ini bermitra dengan 11 organisasi masyarakat sipil Indonesia, 8 lembaga penelitian, dan jaringan mereka yang tersebar di 33 provinsi, >120 kabupaten/kota, >800 desa di Indonesia.