Duta Besar Australia Kunjungi Balikpapan, Perkuat Komitmen Bersama untuk Inklusi Disabilitas
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, saat disambut oleh perwakilan PPDI Kalimantan Timur dan pemerintah daerah setempat
Balikpapan, 24 April 2026 – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, hari ini mengunjungi Balikpapan, Kalimantan Timur untuk melihat langsung pelaksanaan program inklusi penyandang disabilitas yang didukung Pemerintah Australia di Indonesia.
Acara berlangsung di Kantor Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota, dan diselenggarakan oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia bersama mitra lokalnya, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI). Melalui INKLUSI, Pemerintah Australia mendukung SIGAB Indonesia dalam mengimplementasikan program Strengthening Social Inclusion for Disability Equity and Rights (SOLIDER) di enam provinsi — Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Timur. Program ini mendorong ketenagakerjaan inklusif, pemulihan ekonomi, serta partisipasi bermakna difabel dalam pengambilan keputusan.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mencoba membuat kerajinan tangan bersama anggota Kelompok Difabel Kelurahan (KDK).
Di Kalimantan Timur, SIGAB dan PPDI melalui SOLIDER mendukung pembentukan Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) di tingkat kelurahan. Kelompok-kelompok ini mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas, mendorong keterlibatan mereka dalam Musrenbang dari tingkat kelurahan hingga kota, serta mendukung pengembangan kebijakan responsif disabilitas, termasuk Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas (RAD-PD). Program ini juga berperan dalam pembentukan dan optimalisasi Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan.
Produk kain ecoprint hasil karya Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) yang dikembangkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan kemandirian penyandang disabilitas.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau enam kelurahan dan memberdayakan 335 penyandang disabilitas melalui pendampingan peningkatan keterampilan, penguatan GEDSI, serta layanan inklusif.
“Kita semua mendapatkan manfaat dari masyarakat yang inklusif, di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama. Saya sangat tertarik untuk belajar tentang praktik baik dan semangat kolaborasi dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas di Balikpapan,” ujar Duta Besar Brazier, dalam dialog bersama perwakilan KDK, pejabat pemerintah daerah, serta para pelaksana program.
Perwakilan kelurahan memaparkan transformasi aksesibilitas layanan publik yang telah dilakukan melalui kolaborasi dan advokasi Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) kepada Rod Brazier dan perwakilan pemerintah daerah Kalimantan Timur.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menyampaikan apresiasi atas dukungan program INKLUSI dan menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan Australia–Indonesia, serta menjadikan Balikpapan sebagai praktik baik yang dapat direplikasi.
“Dukungan dari Pemerintah Australia telah memungkinkan SIGAB dan mitra kami mendorong pembangunan inklusif serta terwujudnya hak-hak penyandang disabilitas di Kalimantan Timur dan seluruh Indonesia,” ujar Muhammad Syamsudin, Direktur SIGAB Indonesia.
Rod Brazier berfoto bersama perwakilan pemerintah daerah, SIGAB Indonesia, PPDI Kalimantan Timur, dan Kelompok Difabel Kelurahan (KDK).
“Program SOLIDER yang didukung INKLUSI telah menghadirkan dampak nyata dalam menguatkan hak, martabat, dan kemandirian penyandang disabilitas di Kalimantan Timur. Kami berharap kemitraan ini terus berlanjut agar fondasi inklusi yang telah dibangun semakin kokoh dan berkelanjutan,” tambah Anni Juwairiyah, Ketua PPDI Kalimantan Timur.
Kunjungan ini menegaskan kembali komitmen Australia untuk bermitra dengan Indonesia dalam membangun masyarakat yang inklusif bagi penyandang disabilitas.