Jakarta, 15 April – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI) mendorong dunia kerja yang lebih terbuka bagi tenaga kerja lanjut usia (lansia), seiring terus meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui lokakarya “INKLUSI untuk Semua: Lansia Bekerja, Lansia Sejahtera”. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, kelompok lansia, organisasi masyarakat sipil mitra INKLUSI, mitra pembangunan, penggiat isu lansia, serta pemangku kepentingan lainnya.
Lokakarya ini membahas peluang kerja dan usaha produktif bagi lansia, praktik baik penempatan tenaga kerja lansia di sektor formal maupun informal, serta penguatan jejaring lintas sektor. Forum ini juga mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya lingkungan kerja yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja lansia.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Kemnaker dan INKLUSI yang telah berlangsung sejak 2025. Salah satu hasil awal kolaborasi ini adalah penyusunan Pedoman Umum Penempatan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Lanjut Usia Potensial, yang menjadi acuan dalam memperluas kesempatan kerja dan pemberdayaan ekonomi bagi lansia.
Melalui lokakarya ini, berbagai pihak diajak menerjemahkan pedoman tersebut ke dalam langkah yang lebih konkret dan dapat diterapkan di lapangan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Estiarty Haryani, menegaskan bahwa ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif bagi lansia tidak dapat dibangun oleh pemerintah sendiri.
“Kolaborasi menjadi kunci agar kebijakan yang disusun tidak hanya implementatif, tetapi juga memberikan dampak nyata di lapangan,” ujarnya.
Upaya ini semakin relevan seiring bertambahnya jumlah penduduk lansia di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada 2025 penduduk lansia mencapai sekitar 11,93 persen dari total populasi Indonesia.
Meningkatnya angka harapan hidup juga berarti semakin banyak lansia yang masih memiliki kemampuan, pengalaman, dan keterampilan untuk berkarya. Dengan dukungan kebijakan, tempat kerja, dan kesempatan yang sesuai, mereka dapat terus berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Melalui kemitraan ini, Kemnaker dan INKLUSI berharap semakin banyak lansia memperoleh kesempatan untuk bekerja, berusaha, dan berkontribusi sesuai kapasitasnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif, sehingga setiap orang dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat pembangunan tanpa ada yang tertinggal.