{"id":8165,"date":"2025-10-03T15:07:39","date_gmt":"2025-10-03T08:07:39","guid":{"rendered":"https:\/\/inklusi.or.id\/?p=8165"},"modified":"2025-10-07T16:30:25","modified_gmt":"2025-10-07T09:30:25","slug":"kebun-kolektif-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/berita-cerita\/berita\/kebun-kolektif-perempuan\/","title":{"rendered":"Dubes Australia Kunjungi Kebun Kolektif Sekolah Perempuan di Padang Pariaman"},"content":{"rendered":"<p><em>Padang Pariaman, 30 September 2025<\/em> \u2014 Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengunjungi Nagari Sungai Buluh Barat di Kabupaten Padang Pariaman untuk menyaksikan langsung kiprah perempuan desa dalam membangun kekuatan kolektif melalui Sekolah Perempuan. Program ini merupakan Upaya pemberdayaan berbasis komunitas yang dijalankan oleh <a href=\"https:\/\/kapalperempuan.org\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Institut KAPAL Perempuan<\/a> dan Pambangkik Batang Tarandam (PBT), dengan dukungan program INKLUSI (Kemitraan Australia\u2013Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif).<\/p>\n<p>Model pembelajaran Sekolah Perempuan berfokus pada penguatan hak, kepemimpinan, keterampilan ekonomi, dan akses terhadap layanan dasar bagi perempuan, khususnya yang berasal dari kelompok miskin dan terpinggirkan. Di Padang, lebih dari 400 perempuan telah terlibat dalam program ini, dan melalui dukungan <a href=\"http:\/\/inklusi.or.id\">INKLUSI<\/a>, PBT kini memperluas inisiatif ke Kabupaten Padang Pariaman.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan tersebut, Dubes Brazier berdialog langsung dengan peserta Sekolah Perempuan Nusantara Kampus Jaya, tokoh masyarakat, dan pemerintah nagari. Ia juga meninjau kebun sayur kolektif yang dikelola perempuan desa\u2014sebuah bentuk usaha komunitas yang menopang ketahanan ekonomi dan solidaritas sosial.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8197\" aria-describedby=\"caption-attachment-8197\" style=\"width: 788px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8197\" src=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-1-2.jpg\" alt=\"-\" width=\"788\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-1-2.jpg 1280w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-1-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-1-2-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-1-2-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 788px) 100vw, 788px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8197\" class=\"wp-caption-text\">Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, disambut hangat oleh anggota Sekolah Perempuan di Padang Pariaman.<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cSaya sangat terinspirasi mendengar cerita-cerita bagaimana perempuan belajar, bangkit, dan menjadi penggerak di komunitas mereka. Cerita-cerita ini akan saya bawa kembali ke Jakarta sebagai inspirasi kerja kami ke depan,\u201d ujar Dubes Brazier.<\/p>\n<p>Menurut Direktur PBT, Yulianti Puti, Sekolah Perempuan menjadi ruang aman bagi perempuan untuk belajar, membangun kepercayaan diri, memahami hak-haknya, serta mengakses layanan penting seperti identitas hukum, perlindungan sosial, dan pelaporan kekerasan.<\/p>\n<p>\u201cDi Padang Pariaman, perempuan sudah mengelola warung komunitas dan kebun kolektif. Bahkan 5 persen dari keuntungan usaha mereka dialokasikan untuk mendukung pendampingan korban kekerasan,\u201d jelas Yulianti.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8173\" aria-describedby=\"caption-attachment-8173\" style=\"width: 794px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-8173 \" src=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-3.jpg\" alt=\"Kebun kolektif perempuan di Padang Perempuan dikunjungi Dubes Australia untuk Indonesia, Rod Brazier.\" width=\"794\" height=\"529\" srcset=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-3.jpg 1599w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-3-300x200.jpg 300w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-3-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-3-768x512.jpg 768w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Dubes-Visit-3-1536x1024.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 794px) 100vw, 794px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8173\" class=\"wp-caption-text\">Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengunjungi kebun sayur kolektif milik anggota Sekolah Perempuan di Padang Pariaman, Sumatera Barat.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sementara itu, Direktur Eksekutif Institut KAPAL Perempuan, Budhis Utami, menambahkan bahwa Sekolah Perempuan menjadi sarana membangun kepemimpinan perempuan yang inklusif dan berbasis solidaritas.<\/p>\n<p>\u201cHal ini memungkinkan perempuan memperjuangkan haknya, membangun jejaring lintas identitas, dan memperkuat keterampilan hidup untuk mencapai kesejahteraan. Dengan begitu, perempuan berperan penting dalam pembangunan yang adil gender dan inklusif,\u201d ujar Budhis.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8201\" aria-describedby=\"caption-attachment-8201\" style=\"width: 792px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-8201\" src=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/54822118365_842f059081_b.jpg\" alt=\"-\" width=\"792\" height=\"528\" srcset=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/54822118365_842f059081_b.jpg 1024w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/54822118365_842f059081_b-300x200.jpg 300w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/54822118365_842f059081_b-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 792px) 100vw, 792px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8201\" class=\"wp-caption-text\">Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengunjungi warung komunitas Sekolah Perempuan di Padang Pariaman yang menjual hasil kebun kolektif.<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Perkuat Kolaborasi untuk Ketangguhan dan Inklusi<\/strong><\/p>\n<p>Kunjungan Dubes Brazier ke Padang Pariaman merupakan bagian dari agenda diplomatiknya di Sumatera Barat untuk memperkuat kerja sama Indonesia\u2013Australia di bidang pembangunan inklusif dan ketangguhan bencana.<\/p>\n<p>Sehari sebelumnya (29\/9), Dubes Brazier membuka Konferensi Internasional Ketiga tentang Mitigasi dan Manajemen Bencana (ICDMM) di Padang, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, Gubernur Sumbar H. Mahyeldi Ansharullah, dan perwakilan kementerian terkait. Konferensi ini memperingati gempa besar Sumbar 2009 dan mendorong kolaborasi keilmuan dalam pengurangan risiko bencana.<\/p>\n<p>\u201cSumatera Barat berada di garis depan dalam pengelolaan risiko bencana. Australia berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam membangun ketangguhan, inklusi, dan pemberdayaan komunitas,\u201d ujar Dubes Brazier.<\/p>\n<p>Selain itu, Dubes juga bertemu dengan peneliti dari platform KONEKSI untuk membahas proyek ketahanan iklim dan inklusi sosial di komunitas pesisir Sumatera Barat, mengunjungi #AussieBanget Corner di Universitas Negeri Padang, serta menyapa alumni Australia Awards di Padang dan Bukittinggi.<\/p>\n<p>Dalam penutup kunjungannya, Dubes sempat mengunjungi ikon budaya seperti Jam Gadang, Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, dan mencicipi kopi talua, menegaskan kedekatan hubungan <em>people-to-people<\/em> antara Australia dan masyarakat Sumbar.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8207\" aria-describedby=\"caption-attachment-8207\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8207\" src=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_3599-scaled.jpg\" alt=\"-\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_3599-scaled.jpg 2560w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_3599-300x200.jpg 300w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_3599-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_3599-768x512.jpg 768w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_3599-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_3599-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8207\" class=\"wp-caption-text\">Duta Besar Austaralia untuk Indonesia bersama para pengelola kebun sayur kolektif perempuan di Padang Pariaman, Sumatera Barat.<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Padang Pariaman, 30 September 2025 \u2014 Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengunjungi Nagari Sungai Buluh Barat di Kabupaten Padang Pariaman untuk menyaksikan langsung kiprah perempuan desa dalam membangun kekuatan kolektif melalui Sekolah Perempuan. Program ini merupakan Upaya pemberdayaan berbasis komunitas yang dijalankan oleh Institut KAPAL Perempuan dan Pambangkik Batang Tarandam (PBT), dengan dukungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":8209,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[138],"tags":[292,335,336,291],"class_list":["post-8165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-kapal-perempuan","tag-padang-2","tag-pariaman-2","tag-sekolah-perempuan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8165"}],"collection":[{"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8165"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8214,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8165\/revisions\/8214"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}