{"id":7107,"date":"2024-12-23T09:42:02","date_gmt":"2024-12-23T02:42:02","guid":{"rendered":"https:\/\/inklusi.or.id\/?p=7107"},"modified":"2024-12-30T08:49:48","modified_gmt":"2024-12-30T01:49:48","slug":"kisah-keteguhan-dan-harapan-pekerja-migran-perempuan-dalam-ketoprak-ranggas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/berita-cerita\/berita\/kisah-keteguhan-dan-harapan-pekerja-migran-perempuan-dalam-ketoprak-ranggas\/","title":{"rendered":"Kisah Keteguhan dan Harapan: Pekerja Migran Perempuan dalam Ketoprak RANGGAS"},"content":{"rendered":"<p>Dalam rangka memperingati <strong>16 Hari Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan<\/strong>, salah satu mitra INKLUSI, <strong>Migrant CARE<\/strong>, berkolaborasi dengan seniman lokal di Solo, Jawa Tengah, menghadirkan seni pertunjukan <strong>Ketoprak<\/strong>, sebuah teater tradisional Jawa.<\/p>\n<p>Pertunjukan yang bertajuk <strong>&#8220;RANGGAS&#8221;<\/strong>\u2014yang berarti perbukitan tandus\u2014mengangkat kisah perjuangan dan tantangan hidup perempuan pekerja migran dari sebuah desa miskin. Cerita ini menggambarkan pengalaman mereka yang menghadapi kekerasan dan eksploitasi dalam upaya mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7112\" src=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-3.jpg\" alt=\"Ketoprak RANGGAS Migrant CARE - INKLUSI 3\" width=\"1240\" height=\"698\" srcset=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-3.jpg 1240w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-3-300x169.jpg 300w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-3-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-3-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1240px) 100vw, 1240px\" \/><\/p>\n<blockquote><p>Pertunjukan ketoprak ini merupakan ekspresi budaya yang bisa menggerakan dan membuat kita untuk mendengarkan mereka yang selama ini terpinggirkan, <cite>ujar Wahyu Susilo, Direktur Eksekutif Migrant CARE.<\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p>Melalui pertunjukan ini, harapannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan hak-hak perempuan sekaligus mengajak kita semua untuk bersatu mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7108\" src=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-2.jpg\" alt=\"Ketoprak RANGGAS Migrant CARE - INKLUSI 2\" width=\"1240\" height=\"698\" srcset=\"https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-2.jpg 1240w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-2-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/inklusi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketoprak-RANGGAS-Migrant-CARE-INKLUSI-2-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1240px) 100vw, 1240px\" \/><\/p>\n<p>Dengan memadukan tradisi dan advokasi, inisiatif ini membuktikan bahwa budaya dapat menjadi alat yang kuat untuk mendorong perubahan. Mari bersama berdiri dalam solidaritas untuk keadilan dan kesetaraan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka memperingati 16 Hari Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, salah satu mitra INKLUSI, Migrant CARE, berkolaborasi dengan seniman lokal di Solo, Jawa Tengah, menghadirkan seni pertunjukan Ketoprak, sebuah teater tradisional Jawa. Pertunjukan yang bertajuk &#8220;RANGGAS&#8221;\u2014yang berarti perbukitan tandus\u2014mengangkat kisah perjuangan dan tantangan hidup perempuan pekerja migran dari sebuah desa miskin. Cerita ini menggambarkan pengalaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7110,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[138],"tags":[],"class_list":["post-7107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7107"}],"collection":[{"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7107"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7107\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7171,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7107\/revisions\/7171"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/inklusi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}